Alasan Linux tidak ada Virus

22.32

Alasan Linux tidak ada Virus


Alasan linux bebas virus


TEENPROG.ID - Mungkin Anda bertanya tanya kenapa hal ini mampu terjadi. Coba Anda perhatikan pada sistem operasi PC terpopuler, Windows OS. Jika tidak dirawat serta dijaga menggunakan baik, yg terjadi artinya hanya akan menjadi sarang virus yg bertebaran kesana serta kemari. Selain itu virus-virus itu juga dengan senangnya hinggap pada banyak sekali perangkat flashdisk buat mencari sasaran yg baru, sangat menyebalkan sekali.

Yah, itu mungkin bukan kesalahan asal Windows 100 persen. Windows sendiri telah berusaha buat memperbaiki serta mencegah virus-virus tadi supaya tidak menyerang sistem operasi-nya. Hal tadi mampu kita lihat pada peningkatan keamanan yang terdapat pada keluaran Windows teranyar. Bahkan disana juga telah disediakan Antivirus gratis bawaan Windows. Antivirus tersebut diberinama Windows Defender.

Akan tetapi, mengingat berbagai programer nakal yg entah apa itu tujuan nya, keamanan sekuat apapun akan mampu ditembus dan  dimasuki banyak orang. Tentunya programer tadi pula harus mengetahui bagaimana sistem operasi tersebut dapat bekerja dan  fitur apa saja yang mampu dimanfaatkan buat membentuk virus baru tersebut. Ini memberikan konklusi bahwa apa yang diberikan oleh sistem operasi memiliki timbal balik  dari penyedia layanan perangkat lunak.

Pulang ke topik, jadi kenapa pada sistem operasi yang berbasis Linux tidak terdapat hewan kecil yang bernama virus? Sudahkah Anda mengetahuinya? Waktu ini Linux memang belum terlalu familiar diantara kehidupan kita. Padahal telah poly yang mendengar mengenai sistem operasi tersebut, tapi hanya sedikit sekali yg berani mencoba serta mencicipi OS perdeo yang satu ini. Padahal, Linux artinya sistem operasi yg stabil, ringan, secure, serta tentunya bebas asal virus. Pastinya data Anda akan aman Jika bisa mengelola melalui OS pinguin ini.

Alasan Kenapa tidak ada Virus

setelah kita berbincang-bincang panjang lebar memaparkan Sistem Operasi tersebut, kini   saatnya kita bahas satu-persatu alasan dibalik tak adanya virus di Linux. Apa sajakah itu? Berikut adalah adalah beberapa penyebab yang membentuk Linux kebal dari virus:

1. Linux itu perdeo dan  Open Source

Memang apa hubungannya ya? Seperti yg sudah kita ketahui bahwa sebagian besar  virus mempunyai niatan yg tidak baik. Virus diciptakan bisa jadi buat merogoh suatu isu yg tertutup atau justu mempunyai tujuan Mengganggu lainnya. Hal ini menjadi tak berlaku di Linux. Kita memahami bahwa linux itu merupakan perdeo serta berlisensi bebas. Menggunakan demikian kode sumber dari Linux sendiri boleh dimodifikasi serta dipublikasikan sang siapapun.

Kita tidak perlu lagi menghasilkan sebuah Virus untuk mencuri gosip mengenai Linux, ya itu dia.. Kenapa? Sebab kita sudah mampu mendapatkan itu semua secara perdeo, buat apa susah-susah buat membentuk virus? Hal yang kedua ialah virus yang bersifat merusak, ini jua sebagai salah  satu pertimbangan  pada Linux. Buat apa Mengganggu sistem yg memang dikembangkan dengan tujuan bersama buat membangun perangkat yg perdeo dan  bebas?

2. Perangkat lunak pada Linux memiliki Library masing-masing

ada yg sudah mengerti dan  terdapat juga yg baru mendengar mengenai apa itu Library pada sebuah sistem software. Jika diartikan, library berarti perpustakaan. Tetapi yang diamaksud library disini bukanlah sebuah perpustakaan mirip yg Anda bayangkan. Library merupakan perangkat lunak pendukung yg sebagai penyokong agar perangkat lunak tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pada Sistem Operasi Windows, terdapat beberapa software yg harus membutuhkan komponen lain (seperti DirectX dan  Microsoft.Net Framework) supaya dapat berjalan. Tanpa library pendukung tersebut, software tidak akan bisa berjalan dengan baik karena kehilangan penterjemah acara pendukung. Sedangan di sistem operasi Linux, software yg dirancang wajib  memiliki paket bahasa programnya sendiri, sebagai akibatnya tidak mungkin satu software bisa mengakses library aplikasi lainnya.

Kesimpulannya virus di windows tidak berjalan sendirian. Beliau bisa berjalan sendiri sebab didukung oleh sistem operasi itu sendiri. Kronologinya seperti ini: waktu personal komputer  dinyalakan, virus akan ikut berjalan karena telah mendaftarkan dirinya pada acara startup (bukankah startup artinya salah  satu fitur yang ditawarkan oleh Windows?). Virus bisa mencopy dirinya sebab ada api (Application Programing Interface) pada Windows yg memperbolehkan sebuah software buat mengelola dirinya sendiri. Kemudian Virus dapat menular sebab ada fitur autorun di Windows. Virus pula mempunyai kemudahan dalam membentuk sebuah shorcut. Lalu bagaimana? Ternyata kelebihan-kelebihan Windows sendirilah yang dimanfaatkan oleh seseorang pembuat virus.

Yuk kita pulang di ruang lingkup Linux. Di Linux, software tidak dan -merta menghasilkan sebuah shotcut begitu saja. Shortcut yg diizinan secara masuk akal hanya akan terdapat di desktop dan  di start hidangan saja, bukan pada penyimpanan flashdisk. Semua pembuatan shortcut itupun juga wajib  menerima biar   dari penggunanya. Perangkat lunak pada Linux jua tidak mampu begitu saja membentuk sebuah arsip yg AutoRun. Anda wajib  membuat arsip Autorun secara manual, bukan menggunakan cara otomatis. Bila perangkat lunak meminta akses yang lebih, tentu harus ada perizinan terlebih dahulu.

Tiga. Pengelolaan hak akses yg baik

Sistem operasi linux bisa dibilang mempunyai hak akses yg tidak selaras beda buat setiap usernya. Pada pada  Linux, kita mampu mengenal apa yang dianggap menggunakan hak akses root. Apa itu root? Root adalah hak akses tertinggi pada sistem operasi Linux ini. Buat hal-hal yg berafiliasi menggunakan pengelolaan perangkat wajib  mendapat akses root terlebih dahulu. Nah, bagaimana menggunakan virus?

Virus disini tidak akan mampu berkutik lagi. Virus dan  software tidak diberi kesempanan buat mengakses sesuatu yang berhubungan menggunakan root. Karena sistem root sendiri hanya akan mengizinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi dengan hak akses yang lebih tinggi, bukan mengizinkan software atau virus buat menjalankan hak akses tanpa dikontrol sang penggunanya. Ditambah lagi waktu kita akan meminta suatu akses root, itu akan memerlukan sebuah password buat melanjutkan ke tahap tersebut. Tidak mungkin bukan Bila setiap kali virus akan beraksi melakukan tugasnya harus minta biar   berasal Anda buat memasukkan password root?

Tidak sinkron halnya Jika berada pada luang lingkup windows. Kembali lagi, virus tidak memerlukan hak apapun buat bisa menjalankan prosesnya. Virus jua tidak akan meminta biar   buat berjalan sendiri tanpa diminta. Virus bisa berjalan atas kehendaknya serta tanpa harus meminta izin terlebih dahulu.

4. Tak adanya Regristy

pada pada Linux tidak mengenal apa itu regristy. Software di linux harus membangun databasenya sendiri buat dapat berjalan menggunakan semestinya. Pada Wndows, Regristy menjadi sebuah database super besar yg menyimpan seluruh pengaturan asal perangkat lunak dan  windows itu sendiri. Jika virus telah berhasil menginfeksi regristy dan  membarui variabel yang terdapat, maka apa yg akan terjadi? Virus akan sebagai raja pada komputer Anda, mengubah settingan aplikasi lain serta melakukan perubahan kondisi yang dapat berpengaruh pada keamanan sistem itu sendiri.

5. Tidak mengenal Scipt berbahaya

Sistem operasi linux tak mengenal script-sciript berbahaya yang dapat merusak sistem operasi yg ada. Sebuah script akan dapat berjalan atas kehendak Anda sendiri, bukan didesain secara otomatis. Untuk menjalankan script-scirpt di linux, yg harus dilakukan adalah membukanya melalui terminal serta memasukkan beberapa perintah. Karena itulah script yg ada pada linux tidak bisa sebagai sebuah virus

source : https://www.pramudito.com/inilah-alasan-kenapa-di-linux-tidak-ada-virus.html

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2